- Pengertian Maf’ul Muthlaq dan Mashdar » Alfiyah Bait 286-287
- Pengertian Tanazu’ dan Syarat-syaratnya » Alfiyah Bait 278-279
- Fi’il Muta’addi dan Fi’il Lazim Definisi dan Tanda-tandanya » Alfiyah Bait 267-268
- Pengertian Istighol » Alfiyah Bait 255
- Pengertian Fa’il » Alfiyah Bait 225
- Pengertian Naibul Fa’il » Alfiyah Bait 242
- Penggunaan Dhamir Antara Muttashil Dan Munfashil » Alfiyah Bait 64 dan 65
- Penggunaan Bentuk Dhamir » Alfiyah Bait 63
- Dhamir Munfashil Manshub » Alfiyah Bait 62
- Dhamir Munfasil Marfu’ » Alfiyah Bait 61
- Isim Dhamir Mustatir wajib dan jaiz » Alfiyah Bait 60
- Bentuk Dhamir Muttashil di dalam mahal i’rabnya » Alfiyah Bait 57-58-59
- Pengertian Dhamir Muttashil, Alfiyah Bait 55-56
- Pengertian Isim Dhamir » Alfiyah Bait 54
- Pengertian Isim Nakirah dan Isim Ma’rifah » Alfiyah Bait 52-53
- Tanda I’rab Kalimah Fi’il Mu’tal » Kitab Alfiyah Bait 49-50-51
- Isim Maqshur dan Isim Manqush: definisi dan tanda I’rabnya » Alfiyah Bait 46-47-48
- I’rab Af’alul Khamsah/kata kerja yang lima » Keterangan Alfiyah Bait 43-44
- Isim tidak munsharif/ghair munawwan, jar dengan fathah syarat tidak mudhaf atau tanpa AL » Alfiyah Bait 43
- Mulhaq Jama’ Muannats Salim أُوْلاَتُ dan أَذْرِعَاتٍ » Penjabaran Alfiyah Bait 42
- Definisi Jama’ Muannats Salim dan I’rabnya » Kajian Alfiyah Bait 41
- Syawahid Syair harakat Nun Jamak Mudzakkar Salim dan Mutsanna » Penjelasan Alfiyah Bait 39-40
- Definisi&I’rab Isim Mulhaq Jama’ Mudzakkar Salim » Pembahasan kitab alfiya bait 36-37-38
- Bentuk jamak & tanda i’rab Jama’ Mudzakkar Salim: isim jamid, isim sifat, wau rafa’, ya’ nashab/jar » Alfiyah Bait 35
- Pengertian Tanda I’rob Isim Mutsanna/Tatsniyah dan Mulhaq-nya » Alfiyah Bait 32-33-34
- 4 Syarat I’rob Asma al-Sittah: Mudhaf, tidak Mudhaf pd Ya’ Mutakallim, Mukabbar dan Mufrad » Alfiah Bait 31
- Aksen Bahasa Arab Untuk Lafazh اب، أخ، حم dan هن menghasilkan I’rob Itmam, Naqsh dan Qashr » Alfiyah Bait 29-30
- Syarat Dzu (ذو) & Famun (فم) yang tergolong pada Asmaus-Sittah » Alfiyah Bait 28
- Tanda I’rab Pengganti: Rafa’ dg Wau, Nashab dg Alif, Jar dg Ya’. Berlaku pada Asmaus-Sittah
- 4 Tanda Asal I’rab: Dhammah, Fathah, Kasrah dan Sukun » Alfiyah Bait 25-26
- Macam-macam I’rab/I’rob dalam Tata Bahasa Arab » Alfiyah Bait 23-24
- Pelajaran Nahwu dari Kitab Alfiyah Bait ke 21-22 » Bentuk Mabni
- Fi’il Mu’rab dan Fi’il Mabni » Alfiyah Bait 19-20
- Definisi Isim Mu’rob – Alfiyah Bait 18
- Faktor Mabninya Kalimat Isim: Wadh’i, Ma’nawi, Niyabah, Iftiqoriy.
- Alfiyah Bait 15. Isim Mu’rob dan Isim Mabni
- Bait 12-13-14. Pembagian Kalimah Huruf dan Kalimah Fi’il serta ciri-cirinya.
- Bait 11. Tanda Kalimat Fi’il: Ta’ Fail, Ta’ Ta’nits Sukun, Ya’ Fail, Nun Taukid.
- Terjemah Indonesia Kitab Matan Alfiyah Ibnu Malik
- Bait 10. Tanda Kalimat Isim: Jar, Tanwin, Nida’, Al, Musnad
- Bait 8-9. Pengertian Kalam, Kalim, Qaul dan Kalimat
- Pembagian Fi’il
- Definisi Sharaf
- Bait 1-7. Muqaddimah Pengarang
Tampilkan postingan dengan label Artikel Tata Bahasa Arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Tata Bahasa Arab. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 03 Desember 2011
Label:
Artikel Tata Bahasa Arab
Sharaf atau dibaca Shorof adalah salah satu nama cabang Ilmu dalam pelajaran Bahasa Arab yang khusus membahas tentang perubahan bentuk kata (Bahasa Arab: kalimat). Perubahan bentuk kata ini dalam prakteknya disebut Tashrif. Oleh karena itu dinamakan Ilmu Sharaf (perubahan; berubah), karena Ilmu ini khusus mengenai pembahasan Tashrif (pengubahan; mengubah).
Kailani, 1
اِعْلَمْ، اَََنَّ التَّصْرِيْفَ فِي اللُّغَةِ: التَّغْيِيْرُ، وَفِي الصَّنَاعَةِ: تَحْوِيْلُ اْلأَصْلِ الْوَاحِدِ إِلَى أَمْثِلَةٍ مُخْتَلِفَةٍ لِمَعَانٍ مَقْصُوْدَةٍ لاَ تَحْصُلُ اِلاَّ بِهَا.
Ketahuilah, bahwasanya yg dinamakan Tashrif menurut Bahasa adalah: pengubahan. Sedangakan menurut Istilah adalah: pengkonversian asal (bentuk) yang satu kepada contoh-contoh (bentuk) yang berbeda-beda, untuk (tujuan menghasilkan) makna-makna yang dimaksud, (yg mana) tidak akan berhasil tujuan makna tersebut kecuali dengan contoh-contoh bentuk yang berbeda-beda itu.
Keterangan:
Asal bentuk kalimat adalah Masdar, ini menurut pendapat Ulama Bashrah. Pendapat ini lebih banyak mendapat dukungan. Sedangkan menurut Ulama Kufah, asal bentuk kalimat adalah Fi’il Madhi.
Asal bentuk adalah Masdar, dikonversikan ke sampel-sampel yang lain misalnya: Fi’il Madhi, Fi’il Mudhari’, Fi’il Amar, Fi’il Nahi, Isim Fa’il, Isim Maf’ul, Isim Zaman, Isim Makan, Isim Alat, Isim Murrah, Isim Hai’ah, Isim Nau’, Isim Tafdhil, Shighat Mubalaghah dan lain-lain. Perubahan ke sampel-sampel tersebut, tujuannya untuk menghasilkan makna yang diinginkan, tanpa mengubah ke sampel-sampel tersebut maka kita tidak akan berhasil mencapai kepada makna yang kita inginkan.
Contoh:
Asal kalimat adalah Masdar: ضَرْبٌ dibaca: Dharbun, bermakna: Pukulan.
Dirubah ke sampel Fi’il Madhi menjadi: ضَرَب dibaca: Dharaba, bermakna: Telah memukul.Dirubah ke sampel Fi’il Mudhari’ menjadi: يَضْرِبُ dibaca: Yadhribu bermakna: Akan memukul.
Dirubah ke sampel Fi’il Amar menjadi: اِضْرِبْ dibaca: Idhrib bermakna: Pukullah! Dan sebagainya.
Contoh tersebut di atas dikatakan Tashrif, yaitu pengubahan asal bentuk yang satu kepada sampel-sampel bentuk yang lain untuk menghasilkan makna yang dimaksud.
Label:
Artikel Tata Bahasa Arab
Langganan:
Postingan (Atom)



