Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

تها نينا للزيارة وا لاستمتاع يا أخي

Senin, 28 November 2011

Pengetahuan Tentang seks

Kita ngga hidup sendiri

Pastinya ada waktu-waktu kamu ngerasa cuma pengen sendiri. Tapi, kecuali kalau kamu itu pertapa, kamu pasti setuju bahwa punya teman dan keluarga itu nyenengin banget … dan pastinya begitu juga kalau punya someone special. Tapi, karena kita itu berbeda, pasti tetap ada yang namanya konflik dan salah paham. Nah, di sini kami ngasih tahu kamu cara-cara buat menghadapi lika-liku dalam bergaul dengan orang-orang di sekitarmu.
*Artikel-artikel ini cuma informasi umum aja buat kamu. Kotex sarankan, kamu ngomongin hal-hal ini dengan konselor professional atau anggota keluarga dan teman yang bisa dipercaya.

Pengetahuan Tentang seks

Yuk, Ngomongin Seks

Mau kamu sudah berpengalaman atau belum, ngga bakal pernah ada istilah kamu sudah tahu terlalu banyak tentang seks. Ngga peduli kamu datang dari dunia yang berpandangan konservatif atau liberal, kamu harus punya pengetahuan yang benar supaya bisa mengambil keputusan yang tepat dan siap menghadapi resiko yang bisa terjadi. Jadi, puaskan deh rasa ingin tahumu di sini dan ceritakan ke teman-temanmu, karena semua cewe perlu tahu.

Seks dan seksualitas


Begitu kamu mengenal tubuhmu, kamu bakal menyadari betapa hebatnya tubuhmu ini. Seperti kamu, tubuhmu nggak pernah berhenti berubah. Jadi, coba deh kenali tubuhmu dengan lebih baik. Pahami apa yang sedang dialaminya. Dari mulai wajah berjerawat, sampai ketiak yang berbulu, dari BB, hingga cowok – kamu bakal tahu kalau setiap tubuh itu beda, tapi banyak juga hal-hal yang sama. Mengenali tubuhmu berarti mencintainya.




Kumpulan Artikel Tentang Remaja

kesehatan

Mengenal Keperawanan Lebih Baik


Kamu masih perawan kalau belum pernah melakukan hubungan seks. Ada budaya atau agama yang menginginkan cewe untuk tetap perawan sampai mereka menikah. Dengan bertambah mandirinya kamu, kamu sendiri yang harus memutuskan. Jangan lupa pikirkan tanggung jawab yang terkait dengan hubungan seks. Orang tua dan temanmu ngga akan selamanya ada di dekat kamu untuk memberimu saran. Jadi enaknya kamu belajar dulu dari keluarga atau teman-teman yang bisa kamu percaya, selagi bisa.
Q: Bisa ngga kita tahu apakah seorang cewe masih perawan atau ngga?
A: Kamu ngga bakal pernah bisa tahu. Ngga akan kelihatan dari cara jalannya ataupun dari perubahan pada warna kulit atau mood-nya. Selaput dara, yaitu lapisan tipis seperti cincin yang menutupi sebagian bukaan vagina, yang masih utuh mungkin bisa dijadiin tanda bahwa seorang cewe masih perawan. Tapi lagi-lagi, hal ini ngga selamanya benar. Selaput dara bisa meregang dan masih bisa tetap utuh bahkan setelah berhubungan seks.
Q: Kalau saya tetap perawan untuk waktu yang lama, apakah akan mempengaruhi respon seksual saya nantinya?
A: Keputusan mengenai kapan, bagaimana dan dengan siapa kamu akan ‘kehilangan’ keperawananmu adalah keputusanmu sendiri. Ingat aja, banyak tanggung jawab yang muncul dengan berhubungan seks. Walaupun kamu memutuskan untuk menunggu 5 sampai 10 tahun lagi, sampai kamu lebih siap, repon seksualmu ngga bakal terpengaruh. Yang penting jagalah kesehatan dan pola makan. Semakin sehat tubuh dan pikiranmu, semakin percaya diri juga kamu jadinya. Kepercayaan diri dan gaya hidup yang sehat bakal meningkatkan respon seksual kamu.
Q: Apakah selaput dara hanya akan robek karena kegiatan seksual?
A: Lapisan tipis yang menutupi bukaan vagina ini bisa beda-beda buat tiap cewe. Pada sebagian cewe, lapisan ini lebih elastis dan lebih mudah meregang. Ngga hanya aktivitas seksual yang bisa menyebabkan robeknya selaput dara. Beberapa kegiatan fisik kayak bersepeda dan menunggang kuda juga bisa merobek selaput daramu.
Q: Kenapa sih kehilangan keperawanan itu jadi sesuatu yang heboh banget?
A: Apakah kehilangan keperawanan itu jadi hal besar atau ngga, tergantung dari gimana kamu memandang pengalaman ini. Sebagian cewe menganggap hal ini sebagai langkah selanjutnya dari hubungan yang sudah serius. Sebagian menganggap bahwa keperawanannya adalah ‘hadiah’ untuk pasangan yang dianggapnya pantas. Kehilangan keperawanan juga bisa meninggalkan bekas yang mendalam dalam kehidupan seorang wanita, bahkan lama setelah dia melakukan hubungan seks pertamanya. Biasanya ini terjadi karena rasa malu karena perasaan ngga berpengalaman atau ngga mampu. Pengalaman seksual pertama adalah sebuah momen emosional dan spiritual buat banyak cewe yang menganggap mereka dan pasangannya sudah sama-sama siap secara emosional dan mental. Buat sebagian orang, momen ini bisa jadi ngga terlalu penting. Untuk yang lain, keputusan buat melakukan seks yang didasari oleh ketidakdewasaan dan keinginan impulsive, hingga bisa berakhir dengan pengalaman yang menyakitkan dan pahit.

kesehatan

Bahaya Onani

SEKS? Satu kata yang masih membutuhkan waktu untuk kita berani berbicara dan membuka tabirnya sesuai dengan tingkat kepentingan dan pendidikan ilmu pengetahuan terutama ditengah lingkungan budaya kita yang masih kental dengan norma moral dan aturan ketimuran yang harus tetap dijaga dan dijunjung tinggi. Karena hidup adalah suatu pilihan, akhirnya kita mesti memilih, Ilmu atau Tabu?
Informasi mengenai pendidikan “SEKS” akhir-akhir ini sudah mulai masuk dalam kehidupan remaja, tidak terlepas dari pengamatan di lapangan bahwa remaja masih banyak yang tidak mengetahui tentang makna Pendidikan Seks secara medis sehingga terjebak ke dalam mitos-mitos seks yang secara medis tidak terbukti kebenarannya dan cenderung merugikan. Tanpa disadari usia remaja merupakan usia dimana dimulainya suatu fase yang sangat rentan untuk mengenal dan memulai perilaku seks dini dan seks bebas dikarenakan telah aktifnya hormon seksual (estrogen dan progesterone) didalam tubuh yang ditandai dengan siklus menstruasi (perempuan) dan mimpi basah (laki-laki) untuk yang pertama kalinya. Jika tidak terkontrol dan tidak dibekali ilmu secara medis dan mendapat dukungan serta perhatian dari keluarga dan pendidikan formal, tanpa pernah terpikirkan oleh mereka sebelumnya, ada suatu dampak yang sangat mengancam kelangsungan kesehatannya di masa mendatang akibat perilaku seks dini dan seks bebas tersebut.
Apa sebenarnya SEKS itu? Seks memiliki arti yang sangat sederhana yakni berarti jenis kelamin, yaitu suatu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan. Seks berkembang menjadi berbagai pengertian apabila disertai dengan penambahan “kata” seperti Perilaku seksual yakni segala bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan seksual, dan Hubungan seks yang mempunyai arti hubungan dua jenis kelamin sebagai salah satu bentuk kegiatan penyaluran dorongan seksual tersebut.
Secara singkat muncul pertanyaan, apa sih untungnya seks untuk remaja? Jika hanya sebatas perkataan “seks” tentunya bisa kita lihat dari arti medis “seks” itu sendiri bahwa remaja harus tahu apa saja yang dia miliki yang berkaitan dengan organ reproduksinya. Kesehatan organ reproduksi sebaiknya harus diperhatikan sejak mereka memulai fase pubertas karena penyakit atau keluhan yang muncul nantinya disaat mereka beranjak dewasa terutama mulai masuk fase pernikahan bukanlah penyakit atau keluhan yang datang secara instan akan tetapi merupakan akumulasi atau perilaku tidak sehat sejak remaja baik itu dalam perilaku sehari-hari secara umum terlebih perilaku seksnya dimasa lalu.
Perilaku seks dini dan seks bebas pada usia remaja mempunyai resiko medis sesuai dengan jenis kelaminnya. Meskipun banyak resikonya, yang menjadi perhatian khusus untuk Resiko Perilaku Seks Bebas pada Laki-laki : penularan penyakit kelamin (kencing nanah, sphylis, herpes kelamin, HIV – AIDS, dan masih banyak lagi) yang mana penyakit kelamin ini bisa menyebabkan terganggunya kesehatan organ reproduksi (kanker testis,kanker prostat, sperma tidak subur) – kelumpuhan - kemandulan bahkan kematian jika tidak diterapi dengan cepat dan tepat.
Resiko Perilaku Seks Bebas pada Perempuan berupa : penularan penyakit kelamin (kencing nanah, sphylis, herpes kelamin, HIV – AIDS, dan masih banyak lagi) yang mana penyakit kelamin ini bisa menyebabkan terganggunya kesehatan organ reproduksi terlebih organ reproduksi perempuan yang belum terbentuk sempurna apabila masih dibawah usia 20 tahun sehingga sangat mudah mengalami perlukaan pada otot-otot dinding vagina dan mulut rahim – lebih sensitive terhadap kontak kuman terutama kuman akibat kontak seksual, hal inilah yang menguatkan akan semakin bertambahnya resiko perilaku seks bebas lainnya terutama resiko terjadinya Kanker Serviks (penyebab kematian nomor satu di Indonesia) menjadi 2-3 lipat jika seorang perempuan dibawah usia 17 tahun pernah melakukan hubungan seks bebas terlebih lagi berganti-ganti pasangan. Selain itu kehamilan dini dibawah usia 20 tahun meningkatkan resiko keguguran saat kehamilan dan perdarahan hebat saat persalinan bahkan kematian. Terjadi kenaikan angka perilaku aborsi juga tak terhindari dikarenakan Kehamilan Yang Tidak Diiinginkan (KTD) dimana dampak aborsi dapat meningkatkan angka kejadian kanker di organ reproduksi, kemandulan dan kematian.
Perilaku seksual yang belakangan ini cenderung akrab dilakukan remaja dan kerap ditanyakan apakah ada manfaat atau keburukan dibalik perilaku tersebut yakni Perilaku Onani dan Masturbasi. Secara medis, Onani merupakan istilah yang digunakan untuk pelaku laki-laki, sebaliknya Masturbasi untuk pelaku perempuan. Onani dan masturbasi merupakan perilaku seksual dengan cara merangsang sendiri daerah intim dan daerah sensitive pribadi tanpa disertai dengan hubungan intim atau senggama dengan tujuan untuk mendapatkan kepuasan seksual bahkan orgasme (puncak kenikmatan seksual) sesuai fungsi seksual jenis kelaminnya. Sejauh ini onani dan masturbasi memang erat dengan perilaku remaja atau seseorang yang notabene belum menikah meski tidak terlepas kemungkinan orang dewasa yang sudah menikah ada yang melakukannya. Munculnya rangsangan yang berbau seksual dari segala arah (visual dan audio yang terbanyak) ditambah tidak bisa mengkontrol diri terhadap rangsangan yang datang baik secara tidak sengaja apalagi yang sengaja dicari, membuat remaja melakukan hal untuk melepaskan ketegangan seksualnya melalui cara onani dan masturbasi tersebut.
Penilaian dari sisi kesehatan secara umum akan dampak perilaku onani tentunya berbeda dengan masturbasi karena dilatarbelakangi fungsi seksual dan organ reproduksinya berbeda. Meski sebagian besar medis berpendapat bahwa onani dan masturbasi merupakan perilaku yang wajar, namun batasannya adalah apabila perilaku ini tidak terjebak kedalam situasi “ketergantungan” sehingga dikhawatirkan seseorang akan lebih menyukai aktivitas seks sendiri dibandingkan dengan pasangannya dikemudian hari saat telah menikah.
Dampak onani (pada laki-laki) secara langsung apalagi yang ketergantungan biasanya menimbulkan rasa lelah, mengantuk, badan terasa pegal yang berlebihan bahkan bisa menimbulkan iritasi pada daerah intim yang dirangsang dan tergantung dari “alat” yang digunakan saat melakukan onani, namun yang menjadi perhatian besar saat ini adalah dampak jangka panjangnya disaat seorang laki-laki sudah berumahtangga akan mengalami gangguan fungsi seksual berupa sulit mencapai klimaks saat berhubungan seks atau justru mempercepat ejakulasi atau ejakulasi dini karena sudah terbiasa mendapatkan kepuasan seksual dengan aktifitas sendiri saja.
Dampak masturbasi (pada perempuan) secara langsung bisa mengakibatkan munculnya infeksi di vagina karena pada dasarnya vagina sangat sensitive sehingga perlakuan seperti memasukkan sesuatu yang tidak diperhatikan kebersihannya (baik itu jari terlebih alat bantu yang ekstrim) akan memudahkan vagina mengalami iritasi, gatal-gatal, kemerahan pada bibir vagina, keputihan tidak normal, robeknya selaput dara, perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah karena pergesekan yang terjadi didalam lubang vagina oleh “alat bantu” saat melakukan masturbasi. Dampak ini jika tidak segera diatasi atau diobati secara medis, kemungkinan besar infeksi akan bertambah berat sehingga tidak menutup kemungkinan akan muncul keluhan penyakit yang lebih berbahaya bagi organ reproduksi perempuan yakni kanker bahkan kemandulan.
Untuk remaja atau seseorang yang belum menikah, meski dari sudut pandang medis masih ada yang mengatakan wajar perilaku onani dan masturbasi secara umum, namun jangan sampai terjebak ke dalam sugesti ketergantungan sehingga Anda sulit melepas perilaku ini, maka dimulailah untuk mengurangi perilaku onani-masturbasi dan kontrol kebiasaan ini jangan sampai merugikan Anda saat ini terlebih dikemudian hari setelah Anda berpasangan.
Adapun usaha yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mengkontrol dorongan seksual seseorang untuk melakukan onani-masturbasi adalah dengan memperbanyak aktifitas positif, ibadah, sosialisasi dengan lingkungan yang sehat dan sebisa mungkin hindari waktu kosong yang bukan merupakan waktu Anda untuk benar-benar istirahat atau tidur dan kunci kata adalah kontrol diri dan perbanyak ilmu pengetahuan akan tubuh Anda sehingga Anda bisa lebih bijaksana dalam mengambil sikap jika sewaktu-waktu terjebak didalam pilihan ‘ya’ atau ‘tidak’ untuk onani-masturbasi ini.

Rabu, 23 November 2011

4 sifat hati


Sikap dan Perbuatan kita didunia ini telah ada norma-norma yang mengatur, baik adat maupun dalam agama, Tidak ada satu orangpun yang sempurna diatas muka bumi ini, bahkan hati orangpun tidak ada yang bersih, oleh sebab itu manusia terbagi dua tipe, yaitu :

tipe pertama adalah manusia yang saluing berlomba-lomba dalam kemaksiatan/hal buruk, dan tipe ke dua adalah manusia yang senantiasa ingin mengejar kebajikan-kebajikan (Hal positif). nah ketahuilah ciri-ciri penyakit hati yang dapat mengotori dan menodai hati:

1. Iri hati
Sifat ini membuat kita selalu merasa tidak senang dengan kesenangan, kebahagiaan, keberuntungan, dan kesuksesan orang lain. Kita pun cenderung berusaha menyaingi orang itu dengan berbagai cara. Bahkan, terkadang kita ingin merusak kesenangan itu. Namun, jika rasa iri lebih kepada ke arah kebaikan, seperti ingin sukses agar dapat menyebarkan ilmu di kemudian hari atau iri untuk menyebarkan kebahagiaan kepada orang lain, boleh-boleh saja, lho.

2. Provokatif
Sifat ini membuat kita berusaha untuk selalu memengaruhi orang lain melakukan tindakan yang kurang baik. Misalnya, menulari kebencian kita kepada orang lain atau memanas-manasi dengan tujuan menimbulkan permusuhan atau melahirkan kebencian dengan orang itu kepada orang lain.

3. Menebar fitnah
Inilah kegiatan menyebarkan kejelekan orang lain sehingga nama baik orang itu tercemar atau membohongi seseorang agar menimbulkan kebencian.

4. Berburuk sangka
Buruk sangka adalah sifat yang selalu mencurigai atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas.

 
5. Ingkar janji
Penyakit hati ini berupa sikap tidak bertanggung jawab atau mangkir atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan orang lain kepada kita. Biasanya disertai bohong dengan mengobral janji. Orang yang sering ingkar janji berisiko tidak disukai orang di sekitarnya dan kemungkinan besar tidak akan dipercaya lagi untuk mengemban suatu tanggung jawab di kemudian hari.

Dalam ajaran islam sendiri dikenal dengan ciri-ciri orang munafik diantaranya:
1. Jika bicara Ia selalu berbohong
2. Jika Janji selalu di Ingkari/langgar janji
3. Jika dipercaya Ia selalu menghianati
Sampai-sampai nabi Muhammad sendiri mewanti-wanti jangan sampai memiliki ciri-ciri seperti diatas karena tiga hal tersebut yang merusak hati kita